Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apapun Minumnya, Camilannya Tetap Sala Lauak

Antara , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2018 |14:42 WIB
Apapun Minumnya, Camilannya Tetap Sala Lauak
Foto: Screenshoot dari video di akun Youtube Dapurmu
A
A
A

"Bahkan untuk di Kawasan Makam Syekh Burhanuddin, berdagang sala lauk menjadi mata pencarian utama warga ," ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan kesadaran pedagang untuk lebih higienis dalam menyajikan penganan tersebut.

Hal tersebut karena sebagian besar pedagang di kawasan itu tidak meletakkan dagangannya di tempat tertutup agar terhindar dari debu, apalagi lokasi kiosnya berada di tepi jalan raya.

"Sekarang pedagang sudah mulai paham dampaknya semenjak diedukasi manfaat menyajikan dagangan higienis," kata dia.

Selain memberikan edukasi, pihaknya juga meminta pedagang untuk membandingkan banyaknya pembeli antara dagangan higienis dengan yang tidak. "Namun kami yakin secara bertahap pedagang akan sadar," ujar Nurhelmi.

Di Kota Pariaman, selain tersedia sala lauak bulat, ikan, dan peyek, juga ada sala lauak lambuak atau lembut.

Setidaknya sekitar lima pedagang yang menyediakan sala lambuak tersebut. Salah satunya di Pondok Nasi Nyanyak, Pantai Cermin.

"Sala lembut biasanya dimakan sebagai lauk pauk nasi, sedangkan sala lauk bulat dimakan sebagai kudapan," kata pemilik Pondok Nasi Nyanyak, Mira Astuti (34).

Kedai nasi prasmanan yang dibuka dari pukul tujuh pagi hingga dua siang tersebut memiliki spesifikasi menu sala lauk lembut, sala ikan, dan sala cumi-cumi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement