Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apapun Minumnya, Camilannya Tetap Sala Lauak

Antara , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2018 |14:42 WIB
Apapun Minumnya, Camilannya Tetap Sala Lauak
Foto: Screenshoot dari video di akun Youtube Dapurmu
A
A
A

BENTUKNYA bulat sebesar bola pingpong, warnanya kuning kecoklatan, renyah pada bagian luar, gurih isinya, itulah sala camilan khas Pariaman, Sumatera Barat.

Penganan yang kadang disebut juga sala lauak tersebut dibuat dari campuran tepung beras, ikan asin dan beberapa penyedap yang digoreng dengan minyak panas, dapat dijumpai di berbagai kedai di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Sala menjadi teman pas untuk menemani makan lontong sayur atau lontong gulai kikil, namun dimakan langsung rasanya juga tetap lezat sehingga tak cukup jika hanya memakan satu biji.

Untuk membuat sala, resepnya adalah tepung beras dicampur cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, garam dan ikan asin yang dihaluskan, lalu adonan disiram air hangat.

Adonan tersebut dibentuk bulat sebesar bola pingpong lalu digoreng hingga menguning. Namun selama digoreng, jangan coba-coba untuk mengaduknya sebelum adonan mengeras karena akan berpotensi meletup.

[Baca Juga: Ngemil Sala Lauak Khas Pariaman]

Untuk sala ikan biasanya ikan yang digunakan relatif besar dan tidak dihaluskan. Proses peracikan bumbu dan memasak sala ikan yaitu tepung beras dicampur rempah-rempah, lalu diaduk rata.

Di Kabupaten Padang Pariaman salah satu pusat penjualan sala ada di Kawasan Makam Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement