ULAT sagu atau sabeta dalam bahasa daerah Jailolo, merupakan salah satu bahan makanan alami yang masih dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan Halmahera, Maluku Utara, khususnya Jailolo. Ulat yang hidup di batang pohon sagu sudah membusuk tersebut, biasanya diolah menjadi tumisan, sate, ataupun dipanggang dalam bambu.
Bumbu-bumbu untuk membuat sabeta atau ulat sagu bakar bambu tidaklah sulit, hanya cabai, bawang putih, kunyit yang dihaluskan bersama garam, bawang merah yang diiris tipis, beri daun salam. Sabeta yang ditaruh dalam wadah diberi air perasan lemon cui atau jeruk limau dalam bahasa Indonesia, agar hilang bau amisnya. Saat memeras buah lemon cui, jangan sampai bijinya tercampur ke dalam sabeta, agar tidak pahit.
Baca juga: Tanda Tangani Akta Lahir Pangeran Louis, Lihat Pekerjaan Resmi Pangeran William
Setelah sabeta tercampur merata dengan air perasan lemon cui, langsung campur kembali dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Janhan lupa untuk memasukkan daun salam, setelah semua bumbu merata dengan sabeta, taruh di atas daun pisang, bungkus, masukkan ke dalam satu ruas batang bambu, yang sudah diberi air setengah bagiannya, dan tutup dengan daun pisang di ujung bambu.