Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Binthe Biluti, Pangan Khas Gorontalo yang Nyaris Terlupa

Binthe Biluti, Pangan Khas Gorontalo yang Nyaris Terlupa
Binthe Biluti (foto Instagram @fiveme)
A
A
A

Perpaduan Rasa

Binthe Biluti tak hanya mengandalkan beragam bahan segar, namun perpaduan rasa manis dari jagung, gurih dari udang dan kelapa, pedas dari cabai, serta pahit dari "gohu" daun pepaya.

Nana yang berprofesi sebagai guru SDN 59 Dumbo Raya Kota Gorontalo itu, akhirnya merambah dunia bisnis kuliner untuk memopulerkan kembali makanan tradisional setempat itu.

Ia menjual Binthe Biluti dalam kemasan kotak mika berukuran sedang dengan harga Rp12 ribu. Ia juga melayani pesanan dalam jumlah banyak untuk hajatan maupun arisan.

Semua pekerjaan itu ia lakoni bersama sang suami seusai mengajar di sekolah. Pukul 15.00 Wita, Nana bersiap memasak dan baru bisa melayani pelanggan pukul 17.00 Wita setiap hari.

Dalam sehari ia melayani pesanan melalui akun media sosialnya 50 hingga 100 paket, dengan bantuan seorang kurir. Kurir mendapatkan ongkos transportasi sebesar Rp5.000 dari pelanggan untuk pengantaran di setiap lokasi.

Tak jarang Nana juga memutuskan untuk mengantarkan sendiri Binthe Biluti ke pintu-pintu rumah pelanggan, terutama saat kurir sedang berhalangan.

Ia mengaku senang bisa bertemu langsung dengan para pelanggan kuliner buatannya itu. Rata-rata mereka pelanggan tetap, walaupun ada juga yang baru ingin mencoba rasa Binthe Biluti.

Binthe Biluti buatan Nana kerap berbuah rindu bagi para pelanggannya. Rindu pada nikmatnya Binthe Biluti, yang cocok disantap kapan saja. Sekali saja Nana tidak berjualan, akan ada ratusan pelanggan yang kecewa.

"Saya suka sekali makan Binthe Biluti ini, porsinya cukup dan sayurannya banyak. Rasanya juga bikin ketagihan," kata salah seorang pelanggan, Diah Ayu Lestari (29).

Ayu sendiri mengaku baru tahu ada kuliner tradisional seperti Binthe Biluti, karena tak pernah menemuinya di setiap warung dan rumah makan yang ada.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Bawang Merah Berumur 1.500 Tahun di Swedia

Selain menggunakan jasa kurir, Nana juga membuka warung seadanya di depan rumahnya. Hanya ada satu payung besar, meja, dan beberapa kursi, serta spanduk kecil bertuliskan "Binthe Biluti Aisyah".

Di warung sederhana itu, makanan jagung olahan lainnya, seperti Binthe Biluhuta (jagung siram) juga ia sajikan. Pilihannya ada jagung putih yang kuahnya kenyal atau jagung kuning yang manis.

Binthe Biluhuta lebih mirip Binthe Biluti versi berkuah. Binthe Biluhuta diolah dengan cara merebus jagung, lalu mencampurnya dengan bumbu bawang merah, garam dan cabai serta kelapa parut, ikan atau udang, serta kemangi.

Binthe Biluhuta sendiri termasuk kuliner tradisional yang tetap lestari hingga saat ini, bila dibandingkan dengan Binthe Biluti. Mulai dari warung tepi jalan hingga restoran makanan khas Gorontalo, menyajikan Binthe Biluhuta sebagai makanan utama. Hal yang tidak berlaku bagi Binthe Biluti.

Mengangkat kembali derajat Binthe Biluti di lidah masyarakat Gorontalo sungguh adalah pilihan yang berarti.

(Risna Nur Rahayu)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement