SOLO – Minuman rendah kalori adalah salah satu yang paling diminati pelaku diet. Minuman ini diklaim aman karena kandungan gulanya yang rendah. Namun, tahukah Anda apa yang membuat minuman rendah kalori tetap terasa manis?
Ya benar, jawabannya adalah pemanis buatan. Semua makanan maupun minuman rendah kalori tentu dibubuhi pemanis buatan. Pemanis buatan ini sengaja dipakai sebagai pengganti gula asli yang diklaim tinggi kalori. Tak ayal, seorang pelaku diet akan dengan santai mengonsumsi minuman rendah kalori yang mengandung pemanis buatan itu.
Baca Juga: Ilmuan ITB Ubah Bungkus Plastik Mi Instan Jadi Bahan Bakar Minyak
Padahal, pemanis buatan memiliki dampak negatif bagi tubuh, apalagi jika takaran yang dipakai tidak pas. Jadi, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa saja jenis pemanis buatan yang dibubuhkan ke dalam minuman tersebut. Nah, bagi yang belum tahu jenis pemanis buatan umum dipakai di industri makanan tak perlu khawatir. Simak ulasan menarik soal pemanis buatan yang dihimpun Solopos.com dari Boldsky,, di bawah ini:
Aspartam
Aspartam adalah pemanis buatan yang paling umum ditemukan dalam bentuk bubuk berwarna putih. Bubuk aspartam ini sangat halus dan tidak berbau manis layaknya gula asli. Aspartam memiliki tingkat kemanisan 200 kali lebih tinggi dari gula tebu murni. Pemanis yang satu ini biasa dipakai dalam minuman, permen karet, serta berbagai biskuit. Meski diklaim aman, penggunaannya harus tetap dibatasi. Pemanis buatan ini telah dipakai di lebih dari 100 negara di dunia, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.