Normalnya, demam yang terjadi pada anak setelah vaksin memang hanya semalam persis seperti yang dijelaskan Dr. Hindra. Namun, Dr. Hindra menambahkan, jika demam yang terjadi lebih dari semalaman, maka anak harus kembali dibawa ke dokter, mungkin hal tersebut terjadi bukan disebabkan oleh vaksin, melainkan efek dari masa inkubasi suatu penyakit penyebab demam.
“Tapi, dilain pihak ada juga vaksin yang menimbulkan demam selain DPT, seperti vaksin campak. Demam yang terjadi pada anak justru muncul seminggu setelah pemberian vaksinnya, suhu tubuh anak ketika demam pun hanya sekira 37,5-38 derajat celcius saja,” tambahnya.
Selain vaksin DPT dan campak, vaksin MR juga bisa menyebabkan demam. Namun, untuk vaksin DPT menurut DR. Hindra sekarang telah ada yang generasi barunya, sehingga suhu tubuh anak ketika demam yang terjadi bisa lebih rendah suhunya, tidak tinggi lagi seperti biasanya.
“Ndak usah khawatir, kita ada produk yang demamnya minimal,” pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.