Pemerintah mengagendakan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan pada Juli 2021. Tapi, ahli kesehatan anak mengkhawatirkan rencana tersebut.
Menurut Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, PTM atau Sekolah Tatap Muka pada Juli mendatang bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit antaranak di sekolah karena imunisasi nasional tidak banyak diberikan.
"Akan sangat berisiko sekolah tatap muka pada Juli mendatang jika melihat cakupan imunisasi lengkap yang menurun pada 2020. Ini artinya, akan banyak anak di sekolah yang tidak punya kekebalan tubuh pada penyakit-penyakit yang ada vaksinnya," kata Prof Soedjatmiko dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).

Data yang dimiliki Prof Soedjatmiko menjelaskan bahwa pada 2020 imunisasi IPV (Polio) pada 2020 hanya 34 persen anak yang mendapatkannya, lalu MR2 (Campak dan Rubella) hanya 62 persen, dan DPT-HB-Hib 4 (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia dan Meningitis) hanya 65 persen.