Dalam sesi wawancara yang sama, sang DJ juga menyebutkan salah satu rutinitas dalam hidupnya ialah meminum champagne di malam hari, lalu minuman Bloody Marys saat berada di bandara dan minuman wine saat di pesawat udara.
Hingga akhirnya, kemudian Avicii pun menderita sakit di bagian abdomen dan dipaksa untuk menghilangkan kebiasaan dirinya minum minuman beralkohol setelah menghabiskan waktu selama 11 hari terbaring di rumah sakit, dan pada 2014 silam ia harus mengangkat batu di kantung empedu serta operasi usus buntu.
Tidak cukup sampai di situ, pada 2016 lalu Avicii disebutkan telah didiagnosa terkena penyakit pancreatitis akut yakni radang pada kelenjar pankreas, yang mana diketahui kurang lebih berkaitan dengan gaya hidupnya yang gemar berpesta.
Sementara itu, terkait kematiannya ini, laporan teranyar menyebutkan bahwa pihak keluarga Avicii telah terbang ke Oman untuk mengurus jenazah mendiang untuk bisa membawa jasad Avicii kembali ke Swedia sekitar di pekan ini. (tam)
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.