Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meriahnya Ritual Perayaan Sembahyang Kubur di Bangka Belitung

Arsan Mailanto , Jurnalis-Kamis, 05 April 2018 |17:05 WIB
Meriahnya Ritual Perayaan Sembahyang Kubur di Bangka Belitung
A
A
A

Sebagai informasi, 10 hari sebelum puncak Ceng Beng, pemakaman lebih dulu di bersihkan oleh keluarga masing-masing leluhurnya hingga pengecatan dan sebagian juga sudah menggelar sembahyang sebelum hari H.

Ceng Beng berasal dari bahasa Mandarin berarti terang dan cerah. Menurut sejarah Ceng Beng dimulai sejak 2500 tahun lalu pada zaman dinasti Zhou berkuasa. Awalnya tradisi ini merupakan upacara yang menghubungkan dengan musim dan pertanian, serta tanda berakhirnya musim dingin.

Dalam perkembangannya sebagai umat Konghucu memercayai bahwa pada saat Ceng Beng pintu neraka dan surga di buka lebar-lebar untuk memberikan kesempatan kepada penghuninya untuk mengunjungi anak keturunannya di bumi.

Sementara di Kota Pangkalpinang, Babel sendiro tradisi ini sudah menjadi event pariwisata religi tahunan. Bahkan, selalu di gelar secara meriah, dengan hiasan lampion di sepanjang jalan masuk pemakaman serta lantunan musik khas Tionghoa yang hampir selalu terdengar saat berada di komplek pemakaman ini.

(Baca Juga: Mengenal Sindrom Kallman, Penyakit yang Sebabkan Anak Gagal Puber)

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement