Ada pula studi lain yang meneliti hal ini yanh dilakukan oleh Dr Mathias Clasen. Dia menulis tesis tentang hal mistis untuk Departemen Estetika dan Komunikasi di Universitas Aarhus.
Dr Clasen menyebutkan, orang menyukai hal ghaib karena alasan menghormati leluhurnya. Ada DNA khusus yang membuat orang tertarik dengan hal mistis.
Penyuka hal mistis bahkan sering bereksperimen, yang membuatnya merasa puas jika berhasil dilakukan. Mereka mendalami ilmunya tanpa berhenti dan terus mencoba. Beberapa orang juga suka hal mistis karena ingin mencari sensasi saja.
"Hal ghaib menakutkan, tapi bagi sebagian orang justru membuat penasaran," kata Dr Clasen.
Ketika mengenal dan menyukai hal mistis, ada dua bagian otak diaktifkan, yakni thalamus dan amigdala. Thalamus memproses pesan awal dari tubuh, kemudian amigdala membantu seseorang mengatasi rasa takut dan menunjukkan sinyal serius. Bagian otak ini bekerja sama menyampaikan reaksi terhadap stimulus film yang menyeramkan. Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang menyukai hal mistis saraf otaknya lebih sehat.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.