JAKARTA - Sejuta pertanyaan mungkin mondar-mandir di benak Anda begitu suami menolak ajakan Anda untuk berhubungan intim. Jangan panik dulu. Gairah seks yang menurun sebenarnya wajar saja, dan tidak selalu menjadi akibat dari penyakit atau gangguan seks tertentu, seperti disfungsi ereksi (impotensi) contohnya. Berkurangnya minat seks lebih mungkin terjadi apabila Anda berdua sudah sangat terbiasa hidup bersama dalam jangka panjang. Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa pasangan pria Anda menolak berhubungan seks.
Penyebab pria menolak berhubungan seks plus tips menghadapinya
1. Kecapekan
Ya. Kecapekan adalah alasan utama dan yang paling umum kenapa banyak pria memutuskan untuk absen dulu bermain di ranjang malam. Terlebih, seks merupakan aktivitas fisik berat yang memerlukan banyak tenaga dan membakar banyak energi — bahkan hampir sama dengan berolahraga.
Tubuh lelah adalah pertanda bahwa Anda membutuhkan istirahat. Itu sebabnya setelah kecapekan dari beraktivitas seharian biasanya Anda jadi lebih gampang ngantuk dan memilih untuk langsung tidur, daripada bercinta. Pasalnya, kecapekan berat justru bisa bikin makin sulit tidur, sehingga malah makin membuat loyo tubuh Anda di keesokan harinya.
Yang dapat dilakukan: Jika pasangan Anda sedang benar-benar kelelahan, sebaiknya jangan paksa dirinya untuk bercinta. Jadwalkan hubungan seks Anda di lain hari. Alternatifnya, Anda bisa memilih untuk seks solo alias masturbasi untuk sementara waktu ini, atau ajak pasangan untuk bercumbu dengan saling masturbasi bersama misalnya.
Apabila ia terus-menerus merasa kelelahan tanpa sebab, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk menemukan penyebab pastinya.
2. Stres
Stres juga berpengaruh pada gairah seksual. Pasangan pria Anda mungkin menolak berhubungan stres karena pikirannya sedang kalut disibukkan oleh stres yang ia alami, bisa stres soal pekerjaan, masalah finansial, menghadapi kerasnya jalanan macet, hingga mungkin stres karena emosi yang terpendam dari pertengkaran dengan Anda yang berujung alot.
Pelepasan kortisol dan adrenalin akibat stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memerosotkan kadar testosteron. Hal ini dapat mengganggu produksi sperma dan bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi sementara.
Yang dapat dilakukan: Ajak pasangan Anda untuk curhat membicarakan apa yang menyebabkannya stres, tapi jangan di waktu tidur. Tanyakan juga pada pasangan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya melewati masa-masa sulit tersebut. Bantu pasangan untuk memecahkan masalah pekerjaannya, setidaknya memberikan dukungan yang berarti untuk emosionalnya.
Berhubungan seks sebenarnya justru dapat membantu stres berkurang. Seks akan melepaskan banyak hormon endorfin yang menciptakan rasa tenang dan bahagia untuk menekan hormon stres.
Anda bisa mencoba ciptakan suasana romantis dan rayu pasangan dengan melakukan foreplay mesra, seperti mencium, menyentuh, memeluk, membelai tubuh, memberikan cupang, hingga menggoda, berbicara nakal, berbisik, atau memuji penampilannya.
Semakin lama waktu yang dihabiskan Anda berdua untuk foreplay, gairah seks makin meningkat dan sensasi orgasme yang akan Anda alami juga semakin intens.
3. Libido rendah
Mulai memasuki usia 30 tahun, kadar testosteron pria cenderung mengalami penurunan yang bisa memengaruhi hasratnya untuk berhubungan seks. Kondisi andropause yang sering dialami begitu menginjak usia kepala lima juga dapat menyebabkan kadar testosteronnya menurun. Testosteron rendah bisa menyebabkan sulit ereksi atau kesulitan mempertahankan ereksi sehingga pasangan Anda cenderung memilih untuk menolak berhubungan seks.
Meskipun testosteron menurun sering penuaan, libido pria juga bisa turun disebabkan oleh hal lainnya — misalnya efek samping obat tertentu (umumnya obat hipertensi dan antidepresan SSRI), gangguan tidur kronis seperti sleep apnea, hingga penyakit tertentu seperti kanker.
Yang dapat dilakukan: Diskusikan dengan dokter untuk kemungkinan mendapatkan terapi hormon untuk mengobati masalah testosteron rendahnya. Kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya.
Untuk sementara waktu, Anda bisa menyiasati aktivitas seksual dengan teknik-teknik foreplay mesra untuk menjaga api asmara Anda berdua tetap hangat berkobar. Anda juga bisa menonton konser bersama, menonton film, atau bahkan makan malam romatis sembari mengulang kenangan indah di ranjang. Menambah keintiman tidak melulu harus dilakukan dengan penetrasi penis ke vagina.