6. Miskomunikasi
Pasangan Anda mungkin tidak merasa terhubung dengan Anda secara emosional. Konflik rumah tangga harian yang berujung pada adu argumen bisa menjadi penyebab pria merasa ogah-ogahan untuk bermesraan dengan Anda.
Akan tetapi, miskomunikasi juga bisa terjadi saat Anda berdua di ranjang. Misalnya, Anda sebagai pihak wanita tidak pernah merasa terpuaskan dan akhirnya memilih untuk berpura-pura orgasme. Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri si pria sehingga ia memilih untuk menolak berhubungan seks. Atau mungkin sebaliknya. Justru ialah yang merasa Anda tidak bisa memuaskan hasrat seksualnya
Yang dapat dilakukan: Selesaikanlah dulu segala konflik dan uneg-uneg yang ingin Anda berdua tumpahkan, tapi lakukan di luar kamar tidur. Ajak pasangan untuk berdiskusi berdua dengan kepala dingin demi menemukan titik tengah masalah dan solusinya.
Ada baiknya Anda dan pasangan juga membicarakan kehidupan seks Anda berdua secara terang-terangan. Anda bisa menyampaikan apa yang membuat Anda tidak merasa puas, begitu juga dengan dirinya. Bicarakan dengan pasangan Anda tentang seperti apa alur hubungan seksual yang diinginkan satu sama lain. Yang terpenting adalah keduanya wajib bersikap terbuka dan saling mengerti kondisi masing-masing.
Hubungan seksual tidak sekadar melibatkan kondisi fisik yang prima. Untuk mendapatkan kepuasan yang hakiki, seks harus melibatkan ikatan emosional yang dalam. Ini bisa diraih dengan melakukan hal di atas.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.