Program pemulihan ekosistem yang dilakukan pihaknya itu tambah dia, dilakukan menyusul tingginya aktivitas pendakian oleh para pengunjung pada 2017 lalu.
(Baca Juga: Alasan Wanita Zaman Now Suka Lirik Suami Orang)
Selain itu, kerusakan ekosistem di kawasan TWA Bukit Kaba ini juga akibat aktivitas masyarakat yang berdiam di dekat gunung api yang masih aktif tersebut.
"Kerusakan ini bisa dilihat dengan banyaknya pohon-pohon di sepanjang jalan menuju ke puncak yang rusak termasuk juga banyaknya sampah-sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung," ujarnya.