Ini juga akhirnya yang membuat Eng sedih. Keakraban yang dulu masih dia rasakan, semakin hari semakin sirna. Tidak ada lagi meja besar berisi makanan nikmat yang disuguhkan untuk merayakan kebahagiaan tahun baru yang perlu disyukuri.
"Ya, semua berubah. Dulu memang selalu ada makan besar satu meja saat Imlek, sekarang gini-gini saja. Tapi saya dan keluarga tetap bertahan untuk merawat Kampung Kapitan sekali pun kondisinya seperti ini," keluh Eng.
BACA JUGA:
Warga Palangka Raya Antusias Saksikan Barongsai di Malam Imlek
Pria berusia 69 tahun itu berkisah saat masih jaya, Imlek terasa mewah. Pesta kembang api, perayaan barongsai, dan tentunya makan besar. Semua menyantap makanan kesukaannya. Tidak ketinggalan arak pun siap menetralkan perut.