Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bermalam di Lhok Mata Ie, Pantai Tersembunyi di Pegunungan Desa Ujoeng Pancu Aceh Besar

Khalis Surry , Jurnalis-Minggu, 11 Februari 2018 |16:28 WIB
Bermalam di Lhok Mata Ie, Pantai Tersembunyi di Pegunungan Desa Ujoeng Pancu Aceh Besar
Pantai Lhok Mata Ie di Aceh Besar (Foto:Khalis)
A
A
A

Menuju ke tempat wisata Lhok Mata Ie, wisatawan membutuhkan waktu sekira 40 menit berjalan kaki agar bisa berada di salah satu alam di Aceh yang masih jauh dari sentuhan tangan nakal manusia ini. Perjalanan yang ditempuh cukup menguras tenaga. Rasa letih pun terasa ketika kami dipaksa untuk melewati medan yang menanjak dan turun gunung. Apalagi, ketika kami harus membawa beban yang berat, seperti air mineral dalam jumlah banyak, dan perlengkapan perkemahan lainnya.

Namun, semua kucuran keringat itu terbayar puas ketika kami mulai menginjakkan kaki di pasir yang putih. Angin yang sepoi-sepoi, gemuruh ombak berkejaran, dan suara para pengunjung yang ceria ketika melompat dari sisi tebing. Tak mau berlama-lama, kami pun berswafoto mengabadikan kebersamaan di Lhok Mata Ie.

Sebelum berjalan kaki, dari Kota Banda Aceh, pengunjung menempuh jarak 15 kilometer untuk sampai di desa setempat, menggunakan sepeda motor. Kemudian, pengunjung harus memarkirkan kendaraanya di tempat penitipan yang sudah disediakan. Di sebuah rumah yang berada di samping kandang ayam petelur di desa setempat, berukuran 4x5 meter persegi yang memiliki halaman dengan luas sekira setengah lapangan sepak bola.

“Satu motor lima ribu (rupiah). Kalau mobil (roda empat) berapa ikhlas dikasih sama pengunjung,” kata Sulaiman, penjaga parkir.

BACA JUGA:

Berwisata ke Yogyakarta Bakal Semakin Asyik dengan Becak Online

Sulaiman merupakan warga desa setempat. Semenjak Lhok Mata Ie mendapatkan izin untuk dikunjung masyarakat umum ia memanfaatkan pondoknya menjadi tempat penitipan sepeda motor. Beberapa tahun pasca tsunami Aceh, katanya, Lhok Mata Ie tidak diberi izin untuk dikunjungi perempuan, hanya khusus pria, mengingat akses untuk ke wisata tersebut harus melewati gunung. Akan tetapi kini, bagi kaum hawa sudah dapat menikmati panorama yang memanjakan mata yang ditawarkan Lhok Mata Ie.

“Tapi (perempuan) tidak boleh nginap. Boleh pergi tapi harus pakai jasa pemandu dari orang kampung satu orang. Bayar pemandu 100 ribu (rupiah) sekali mendaki," ujarnya.

Wisata Lhok Mata Ie bebas dikunjungi kapan saja, namun tidak dibolehkan untuk menginap pada Kamis malam dan Jumat. Kata Sulaiman, hal itu telah menjadi aturan di desa setempat, tidak mengizinkan pengunjung menginap pada malam Jumat. “Paling banyak orang nginap itu malam Sabtu dan hari Minggu,”pungkasnya.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement