PENELITI telah menunjukkan bahwa ketika bayi merangkak di lantai terkadang meningkatkan terhirupnya kotoran, bakteri serta spora jamur yang ada di sekitar. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa paparan inhalasi mikroba dan partikel pembawa alergen dapat meningkatkan munculnya penyakit asma dan alergi pernapasan lainnya.
Para ilmuwan telah mengembangkan bayi robot yang bisa merangkak sehingga dapat membantu memahami bagaimana kotoran dan kuman di lantai mempengaruhi bayi manusia di tahun pertama kehidupan mereka.
Bayi yang merangkak akan mengirup empat kali lipat dari yang orang dewasa ketika melewati lantai yang sama. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, para ilmuwan dari University Purdue di Amerika Serikat mengatakan bahwa kasus ini bukanlah hal yang buruk.
“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa paparan inhalasi mikroba dan partikel pembawa alergen dalam kehidupan memainkan peran penting dalam perkembangan dan perlindungan terhadap penyakit asma dan alergi.” tutur Brandon Boor seorang asisten professor di Universitas Purdue seperti dilansir Hindustantimes, Senin (15/1/2018).
Gerakan ketika bayi merangkak di lantai akan membangkitkan lebih banyak partikel ke udara dan masuk ke mulut atau hidung karena jarak yang dekat dengan lantai. Untuk mengetahui berapa banyak kotoran yang terhisap oleh bayi, para periset pun akhirnya membuat robot dan mengujinya dengan merangkak pada sampel karpet di rumah.