Mereka pun mengukur dan menganalisis partikel yang masuk ke zona pernapasan bayi. “Kami menggunakan instrumentasi aerosol mutakhir untuk melacak partikel biologis yang mengambang di udara sekitar bayi secara nyata. Robot menggunakan laser untuk menyebabkan bahan biologis seperti sel bakteri, spora jamur, dan partikel lain berpendar.” lanjut Boor.
Para periset menemukan bahwa kumpulan partikel di sekitar bayi robot bisa mencapai 20 kali lipat lebih besar. Anak-anak yang masih sangat muda terkadang suka bernapas menggunakan mulut mereka sehingga partikel tersebut dapat masuk ke paru-paru.
Boor kembali menuturkan bahwa paparan terhadap spesies bakteri dan jamur tertentu dapat menyebabkan penyakit asma. Namun, banyak pula penelitian yang menunjukkan ketika seorang bayi terkena keragaman mikroba yang sangat tinggi, mereka dapat memiliki tingkat asma yang lebih rendah di kemudian hari.
(Renny Sundayani)