BACA JUGA:
Para peneliti dari 23andMe menyebutkan, selain faktor genetik ternyata ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang membenci cilantro. Menurut survey, lingkungan dan budaya suatu negara juga sangat mempengaruhi.
Berdasarkan penelitian mereka, hanya 3-7% orang yang berasal dari Asia Selatan, Hispanic, dan Timur Tengah yang tidak menyukai makanan tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa orang-orang yang merasakan "sabun" ketika memakan cilantro, pada dasarnya memiliki kelainan reseptor penciuman.
“Apakah keju dan cilantro memiliki rasa yang lezat atau justru menjijikan, sebetulnya tergantung pada persepsi masing-masing dan beberapa faktor lain, termasuk bahan kimia yang terkandung pada makanan tersebut,” tukas peneliti dari 23andMe.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.