Segala cara pun seolah dilakukan Mehtap demi mendapatkan rambut yang tebal. Mulai dari menggunakan obat di pasaran hingga akhirnya ia menemukan cara untuk tato rambut.
“Aku tidak melebih-lebihkan ketika aku bilang aku pergi ke setiap klinik rambut di London dan menggunakan banyak produk pasaran. Tapi tak ada satu pun yang bekerja, dan banyak perawatan mahal yang telah aku lakukan,” tutur Mehtap.
“Masalahnya banyak dari cara tersebut yang ketika kamu berhenti menggunakannya, kamu akan kembali botak,” lanjutnya.
Saat menggunakan rambut imitasi yang ditempelkan di kulit kepala, ternyata Mehtap mengalami masalah di kulit kepalanya. Kulit kepala Mehtap menjadi gatal dan mengalami kudis.
“Setiap empat minggu aku pergi ke salon dan menggunakannya (rambut-red). Tapi, itu rasanya gatal dan menyakitkan sehingga membuatku kehilangan lebih banyak rambut lagi,” paparnya.