Penelitian dari para peneliti makanan di University of Lincoln ini, berangkat dari fakta Inggris bahwa telah membuang-membuang kentang senilai 230 juta Euro setiap tahunnya, yang di mana kurang lebih sama dengan satuan 730 ribu ton kentang. Maka dari itu untuk menghindari makanan menjadi terbuang sia-sia, akhirnya para peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui apakah varietas kentang tertentu lebih rentan tumbuh tunas daripada yang lain.
Hasil penelitian, ditemukan bahwa ada kemungkinan peluang sebesar 50:50 kentang akan mulai tumbuh tunasnya sekitar satu pekan setelah dibeli. Para ilmuwan juga menemukan bahwa kentang Osprey adalah spesies kentang yang punya kemungkinan tumbuhnya tunas paling besar, sedangkan kentang Marfona jadi kebalikannya adalah varietas kentang yang paling tidak mungkin tumbuh tunas.
Hhasil ini didapatkan setelah menguji sekitar 2,5 kilogram kentang yang dibeli dari enam gerai supermarket berbeda. Kentang-kentang disimpan dalam lemari pendingin yang gelap selama tujuh hari, sebelum para ilmuwan di Pusat Nasional untuk Manufaktur Pangan Lincoln menilai umbi-umbian tersebut untuk mengetahui mana yang telah tumbuh tunas paling cepat.
BACA JUGA:
Para ahli mengatakan, kondisi kentang yang keriput, tumbuh tunas ataupun langu yang suka langsung dibuang oleh banyak orang pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang tidak memberikan efek kepada cita rasa kentang tersebut, jika 'bagian-bagian' yang buruk itu telah dibuang dihilangkan.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.