Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut dengan "bull neck".
Oscar mengatakan imunisasi masih merupakan cara yang ampuh untuk menangani difteri. Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi difteri.
"Kita harus cegah dengan imunisasi, tidak ada cara lain. Harus lengkap dan tuntas. Silakan datang ke fasilitas kesehatan, vaksinnya gratis," katanya pula.
Pendapat Oscar dikuatkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Organisasi ini menyatakan penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan atau IDAI.
(Baca Juga: Waspada, Difteri Telah Merenggut Korban Jiwa)
Menurut laman resmi IDAI, penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, yang dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.