NGAWI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menangani kasus seorang siswa SD yang meninggal dunia diduga setelah mendapatkan imunisasi difteri di sekolahnya pada akhir Februari 2018.
Korban meninggal adalah Alhaz Celsia Rua (7), siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.
"Hasil laporan, ada siswa yang sakit hingga meningal dunia setelah divaksin difteri. Tapi bukan vaksin difteri yang menyebabkan meninggal. Siswa ini meninggal diduga karena radang otak," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr Yudhono, di Ngawi, Sabtu.
Pihaknya menjelaskan, vaksin atau imunisasi difteri tidak menyebabkan kematian, justru kalau terserang penyakit difteri bisa berakibat kematian. Selain itu, banyak anak, siswa, dan sasaran lainnya yang mendapatkan imunisasi difteri dan setelahnya tidak apa-apa.
"Banyak contoh anak yang divaksin tetap dalam kondisi sehat-sehat saja setelahnya," kata dia saat berkunjung ke rumah duka.