Untuk memeriahkan suasana, pengurus masjid yang dibantu remas (remaja masjid) menggantungkan balon, snack, gayung, dan gelas yang terbuat dari plastik. Kemudian gantungan balon, snack dan gayung itu akan direbut oleh masyarakat ketika akan berdiri membaca salawat.
Suasana saling rebut pun terjadi ketika masyarakat akan berdiri membaca salawat. Siapa yang cepat berdiri dan berebut, maka dia yang akan dapat balon atau snack. Setelah balon dan snack serta gantungan yang lain sudah direbut, masyarakat kembali khusuk membaca salawat.
Di tengah pembacaan salawat, sohibul hajah (panitia/tuan rumah) memberikan slabet (angpao) pada warga yang hadir di masjid. Selain membaca salawat di masjid saat malam 12 robiul awal, sorenya warga juga menggelar syukuran di rumah warga.
"Setiap malam 12 robiul awal kami selalu menggelar maulid nabi di sini (Masjid Ainul Yaqin) untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dan ini sudah kami jadikan agenda rutin tahunan," terang Ustad Hozin Imron pada Okezone, Kamis (30/11/2017) malam.
(Baca Juga: Gua Hira, Gua Tsur dan Rute Hijrah Rasulullah Bakal Direstorasi)