Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sulaman Xiang, Sang Pencuri Hati Obama dari China, Laku hingga Rp4,48 Miliar

Sulaman Xiang, Sang Pencuri Hati Obama dari China, Laku hingga Rp4,48 Miliar
Sulaman Xiang (Foto: China.com)
A
A
A

Seni sulam Xiang telah dimulai sejak Kerajaan Chu (704-223 SM) dan terus berkembang menjadi kerajinan utama di Changsha, Ibu Kota Provinsi Hunan.

Terkenal dengan karakteristik budaya Xiang Chu dan teknik yang luar biasa menjadikan Provinsi Hunan salah satu dari empat pusat seni sulam di China selain Suzhou, Guangdong, dan Chengdu.

Provinsi ini menjadi saksi sejarah panjang seni sulam Xiang yang hingga kini masih dapat ditemukan jejaknya di Desa Shaping. Terletak di Distrik Kaifu, Changsha, desa ini menyimpan koleksi sulaman dari kuburan era Kerajaan Chu serta Dinasti Han (206 SM-220) yang membuktikan bahwa seni sulam Xiang adalah budaya telah berusia lebih dari 2.000 tahun.

Bangsa China juga mempercayai legenda tentang para pekerja perempuan yang menekuni seni sulam di Desa Shaping. Xinzhui, istri bangsawan Dai dari Dinasti Han pernah menjadi pekerja sulam di desa tersebut.

Pada masa Dinasti Qing (1636-1912), pekerja sulam di Desa Shaping menjadi lebih terkenal dari sebelumnya. Seorang pekerja perempuan bernama Chen Jiugu bahkan mendapat kehormatan untuk menyulam jubah Kaisar Qianlong sebagai hadiah hari jadinya ke-90 tahun. Saat ini duplikat jubah tersebut bisa dilihat di Museum Sulam Xiang di Shaping.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement