Sekolah yang didirikan di Kafe Clifton itu dibagi menjadi 7 baris dengan 3 kolom dan dibagikan dalam divisi dari playgroup sampai kelas 1. "Kami mengajar mereka 6 hari dalam seminggu dan pada Jumat, mereka melakukan latihan di kelas. Mereka libur pada hari Minggu," kata Shireen.
Salah satau anak yang datang ke sekolah itu ialah Sidratul Muntaha. "Saya ingin belajar dan menjadi terdidik seperti orang lain tapi keluarga saya tidak mampu memenuhinya," kata Sidratul Muntaha yang berusia 6 tahun. Ia secara teratur menghadiri kelas selama 4 bulan terakhir. Ayahnya bekerja sebagai buruh dan dia merasa bangga saat bisa membaca beberapa abjad Inggris kepada ayahnya.
Setelah berhasil mendidik 55 siswa, dua bersaudara ini mendirikan 2 sekolah jalanan lagi di Qayyumabad dan di Zamzama. Shireen dan Hasan memperkerjakan 4 guru untuk memberi pelajaran dasar. Sebuah mobil van juga telah disediakan untuk melayani anak-anak yang berasal dari daerah jauh.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.