Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Mengenal Sejarah Kerajaan Tanah Hitu, Pusat Kejayaan Rempah-rempah di Maluku

Advertorial , Jurnalis-Sabtu, 21 Oktober 2017 |16:15 WIB
OKEZONE WEEK-END: Mengenal Sejarah Kerajaan Tanah Hitu, Pusat Kejayaan Rempah-rempah di Maluku
Foto:Ist
A
A
A

KERAJAAN Tanah Hitu terletak di Pulau Ambon dan merupakan sebuah kerajaan Islam di timur Indonesia. Kerajaan ini memasuki zaman kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Upu Latu Sitania (bergelar Raja Tanya) memerintah pada 1470-1682 M.

Kerajaan ini merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Maluku. Kerajaan yang memiliki empat perdana menteri ini memainkan peran penting dalam perdagangan rempah-rempah. Kerajaan ini berdiri dan berkembang sebelum kedatangan bangsa barat ke Indonesia.

Dilansir dari Sindonews, sejarah kejayaan kerajaan Tanah Hitu Kerajaan Tanah Hitu pertama kali didirikan oleh para pendatang pertama ke Pulau Ambon. Pendatang tersebut terdiri dari empat perdana Empat perdana artinya empat kelompok masyarakat yang datang ke Ambon. Kelompok dalam bahasa Ambon disebut Hitu, sedangkan kelompok menpunyai arti Upu Tata. Jadi kelompok pertama artinya “Hitu Upu Tata”.

Kelompok empat inilah yang menjadi pendiri dari kerajaan Tanah Hitu. Berita tentang kedatangan kelompok empat ini tulis oleh berbagai versi, seperti versi Imam Ridjali,Iman-Imam Kuluba, dan lainnya. Dalam tulisannya mereka menuliskan orang-orang yang pertama ini membawa Islam ke Tanah Ambon (Hitu).

Alifuru adalah sebuah sebutan bagi sub Ras Melanesia yang pertama mendiami Pulau Seram dan kemudian menyebar ke pulau lain di Maluku. Alif berasal dari bahasa Arab yang artinya pertama (satu), sedangkan Furu berasal dari bahasa Tana yang artinya Orang. Jadi Alifuru bisa diartikan orang pertama yang mendiami Tanah Maluku (Ambon).

Pendatang Pertama adalah Pattisilang Binaur dari Gunung Binaya daerah Seram Barat. Patisilang Binaur disebut juga Perdana Totohatu. Kemudian mereka ke Nusaku lalu melanjutkan perjalanan ke Tanah Hitu, namun tahun kedatangannya tidak temukan bukti tertulis. Mereka menetap di daerah Bukit Paunusa dan kemudian menamakan daerahnya Soepele dengan marga Tomu Toto.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement