Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Mencari Donor ASI! Ini Sederet Proses Penting yang Harus Dilakukan

Annisa Aprilia , Jurnalis-Jum'at, 13 Oktober 2017 |16:30 WIB
Jangan Asal Mencari Donor ASI! Ini Sederet Proses Penting yang Harus Dilakukan
A
A
A

PERANAN Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi kehidupan seorang bayi. Pada enam bulan pertama kehidupannya, ASI begitu memegang peranan dalam pemenuhan asupan nutrisi seorang bayi, penguatan usus hingga kecerdasan otak dapat dibentuk melalui ASI.

Sebegitu pentingnya ASI bagi hidup seorang bayi, membuat ibu-ibu yang bermasalah dalam menyusui bayinya memilih untuk mencari donor ASI. Donor ASI dinilai menjadi solusi yang tepat untuk menjadi jalan keluar dari permasalahan kurangnya produksi ASI, sementara bayi sangat memerlukannya sebagai makanan terbaik.

Untuk itu, kini telah marak bertebaran di media sosial ibu-ibu atau keluarga yang mencari seorang donor ASI atau ibu yang mendonorkan ASInya. Namun, bagaimana pun pentingnya ASI bagi bayi dan seberapa darurat ASI dibutuhkan tetap tidak dapat dilakukan dengan asal pengonsumsian ASI dari hasil donor ASI.

Pasalnya, ada berbagai macam virus dan penyakit yang dapat ditransfer lewat ASI ke bayi. Akibatnya, bayi akan tertular virus dan penyakit jika keluarga tidak selektif memilih pendonor ASI. Agar masalah tersebut dapat teratasi, maka ibu pendonor ASI harus melewati serangkaian tes dan pemeriksaan.

“Tes dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari lisan (wawancara), tertulis dan dilanjutkan dengan cek laboratorium. Lewat proses ini nantinya didapatkan bukti dari keadaan yang sebenarnya dari ibu si pendonor ASI,” ucap dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC, Ketua Satgas ASI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam acara diskusi Aturan Main Donor ASI, bertempat di Almond Three by Cheese Cake Factory Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).


BACA JUGA:

VIRAL! Bertubuh Mini, Wanita Asal Korea Selatan Ini Pede Jadi Fashion Blogger

VIRAL! Dosen Cantik Asal Korea Selatan Ini Bikin Muridnya Tak Konsentrasi Belajar di Kelas

OMG!! Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Cucian Kotor, Pihak Rumah Sakit Dituntut Rp675 Juta

Luncurkan Rasa Terbaru yang Misterius, Perusahaan Biskuit Terkenal Ini Tawarkan Hadiah Lebih dari 500 Juta!


Jika digambarkan melalui bagan, beginilah tahapan tes yang harus dilalui oleh ibu pendonor ASI:

Tahap 1,

Ada dua jenis langkah yang harus dilalui oleh ibu pendonor. Pertama pendonor akan menjawab pertanyaan tentang riwayat kesehatan secara detail, form tambahan dikirim ke pusat layanan primer untuk konfirmasi data. Dalam tahapan ini pendonor dapat ditolak karena alasan seperti:

1.       Mendapat transfusi darah atau produk darah lainnya dalam 12 bulan terakhir,

2.       Melakukan transplantasi organ atau jaringan dalam 12 bulan terakhir,

3.       Mengonsumsi rutin lebih dari dua ounce minuman keras atau yang setara dalam 24 jam terakhir,

4.       Rutin mengonsumsi over the counter medications atau obat sistemik (pengganti hormon tiroid atau insulin), penggunaan dosisi besar vitamin dan obat herbal,

5.       Vegetarian yang tidak mendapatkan asupan suplemen Vit B12

6.       Penggunaan obat terlarang

7.       Konsumsi rokok

8.       Riwayat Hepatitis, gangguan sistemik atau infeksi kronik (HIV, HTLV, Tuberculosis)

9.       Mempunyai pasangan seksual 12 terakhir yang berisiko mengidap HIV, HTLV atau Hepatitis (termasuk orang dengan hemophilia, atau penggunaan obat intravena atau PSK).

Tes Tahap 2

Ibu pendonor akan melewati pemeriksaan serologi (tes darah) untuk mengetahui adanya HIV-1 dan HIV-2, HTLV, Hepatitis B, Hepatitis C dan sifilis. Kemudian, pemeriksaan baru dapat ditambahkan terhadap tes tahap 2 jika terdapat virus baru yang potensial menyebabkan masalah terhadap bayi yang diberi ASI.

Tes ini dilakukan di rumah sakit yang mendukung fasilitas untuk donor ASI, salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut di Jakarta ialah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, RSCM hanya melakukan tes dan donor ASI untuk pasiennya saja, dengan kata lain hanya bayi-bayi yang dirawat di RSCM saja yang dapat memperoleh donor ASI.

(Ade Indra Kusuma)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement