Di Indonesia sendiri, tidak jarang menemukan pelanggan seperti Kumar yang suka memotong rambut dengan pijatan dan meng'kretek' leher. Namun, tidak banyak orang yang tahu akan bahaya dari pijatan leher diakhiri dengan meng'kretek'.
Dr Shakir Husain, direktur klinik stroke dan neurovaskular di rumah sakit Neo, mengatakan bahwa pijat leher ini juga dapat menyebabkan pembedahan arteri vertebralis. "Jika pembedahan atau robeknya kecil, itu akan sembuh secara alami. Pengencer darah harus diberikan selama 2 sampai 3 bulan. Tapi, dalam beberapa kasus, operasi harus dilakukan untuk membersihkan aneurisma akibat robekannya," tuturnya.
Kerusakan pada arteri saat meng'kretek leher juga terlihat pada pasien yang memilih terapi chiropractic untuk masalah muskuloskeletal. "Hal ini dapat menyebabkan stroke atau fatalitas," pungkas ahli bedah saraf senior tersebut.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.