Selain Solo Putri, masyarakat Jawa Tengah juga memiliki tradisi riasan pernikahan yang disebut dengan Solo Basahan. Tradisi satu ini memiliki makna berserah diri pada sang kuasa mengenai masa depan pernikahan. Untuk jenis tampilan tradisional satu ini, riasan wajah pengantin wanita dibuat sama, namun yang membedakan adalah busana yang dikenakan.
Busana Solo Basahan bagi pengantin wanita adalah kemben yang terbuat dari kain dodot, kain cantik dentgan corak binatang dan prada emas. Kain tersebut digabungkan dengan selendang cinde dan jarik yang warnanya dibuat seharmonis mungkin dengan kain dodot.
Sementara, pengantin pria menggunakan pakaian yang simpel. Yaitu menggunakan kemben dodot, stagen, dan jarik. Bukan topi blangkon, pengantin pria menggunakan kuluk mathak atau topi yang memanjang ke atas.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.