Kebaya yang digunakan lazimnya terbuat dari beludru warna hitam, hijau, biru, merah, ungu, atau coklat. Material beludru yang digunakan bisa menambah kesan glamor dan elegan bagi pengantin yang mengenakannya.
Sementara, untuk kain bawahan batik yang digunakan biasanya merupakan motif khusus, yaitu Sido Mukti, Sido Mulyo, dan Sido Asih, serta diwiru atau terdapat lipatan pada bagian depan kain, berkisar 9, 11, atau 13 lipatan. Sehingga saat pengantin wanita berjalan, wiru akan melambai laiknya ekor burung merak.
Untuk riasan Solo Putri, memiliki ciri khas tertentu antara lain paes hitam pekat dan cundhuk metul yang jumlahnya sekira 7-9 buah yang menadakan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Jumlah cundhuk metul tersebut juga memiliki makna tersendiri. Misalnya, jumlah tujuh diartikan sebagai pertolongan, sementara, jumlah sembilan melambahkan jumlah wali songo.