Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Pemanfaatan Keranjang Daun Koli, Pintal Tangan Sampai Kulit Siput, Cara-Cara Pembuatan Benang Tradisional

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2017 |14:00 WIB
OKEZONE WEEK-END: Pemanfaatan Keranjang Daun Koli, Pintal Tangan Sampai Kulit Siput, Cara-Cara Pembuatan Benang Tradisional
Ilustrasi pembuatan benang (Foto: Istimewa)
A
A
A

Cara membuat benang dengan bantuan alat kayu ini, kurang lebih dilakukan dengan cara yakni memotong kayu menjadi sepotong yang memiliki panjang sekitar 20 sentimeter, lalu kemudian diraut hampir sama dengan untuk menjadi luli kayu. Setelah itu, ambil sebuah kulit siput yang dipotong menjadi dua lalu ambil bagian mulutnya dan buang bagian bokong atau pantatnya.

Selanjutnya, ambil sepotong kayu yang sudah disiapkan tadi kemudian masukkan kulit siput tersebut ke bagian ujung runcing kayu, cara ini bertujuan agar kayu tersebut menjadi mempunyai pemberat karena disebutkan bahwa jika kayu tidak dipasang kulit siput tersebut maka kayu akan menjadi ringan sehingga proses pemintalan kapas menjadi benang menjadi lebih lama.

Alat tradisional lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk memintal kapas menjadi benang, ialah dengan menggunakan keranjang dari daun koli, yakni daun dari pohon koli yang mirip dengan pohon kelapa. Untuk memintal kapas jadi benang ini, dibutuhkan keranjang anyaman daun koli yang berukuran sebesar tangan orang dewasa. Kemudian kapas akan digiling dengan menggunakan keranjang kecil, bambu, dan kulit kalabasa.

Kemudian kapas ditarik dan dipintal sedikit menjadi benang lalu diikat di ujung atas luli kayu tadi, sementara itu tangan kiri digunakan untuk memegang keranjang koli tadi sedangkan sedangkan tangan kanan memantik luli kayu supaya mulai memutar seperti gasing, barulah tangan tangan kanan mulai menarik kapas secara pelahan-lahan dipintal menjadi benang. Setelah panjang benang mencapai panjang sekitar 1 ½ meter, barulah dililit ke alat luli kayu berulang kali sampai luli kayu penuh.

BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement