Kemudian, gejala lain yang mungkin bakal dirasakan perempuan dengan kondisi ini ialah rasa nyeri panggul yang berlebih, menstruasi tidak teratur, nyeri punggung yang parah pada awal kehamilan, infeksi urin berulang atau retensi urin, keguguran, perasaan kongesti pelvis, varises di kaki, konstipasi kronis atau nyeri saat buang air besar, dan infertilitas.
Apakah perempuan dengan retroverted uterus perlu diobati?
Sebetulnya, posisi rahim demikian bisa dikembalikan kenormalnya. Dengan kata lain, masalah ini bisa diobati salah satunya memperbaiki endometriosis atau fibroid. Tindakan lain yang bisa dilakukan adalah memperbaiki tonus otot atau mendorong penurunan berat badan. Upaya itu diharapkan bisa sedikitnya mengembalikan rahim ke posisi yang normal. Namun, gagasan ini bergantung pada keyakinan setiap orang.
Nah, seperti yang disarankan dokter kandungan Fitri Carlina, salah satu upaya agar tetap bisa hamil adalah mengubah posisi seks. Begitu juga yang dijelaskan Feminist Midwife. Dijelaskan di lama itu, posisi seks sujud dengan mengangkat tinggi-tinggi panggul menjadi solusi yang bisa dicoba. Posisi bercinta seperti itu dipercaya memperlancar jalur sperma mencapai indung telur.
Kemudian, posisi lainnya adalah dengan missionary. Namun, ada yang perlu diperhatikan sebelum melakukan seks dengan gaya ini. Kaki perempuan harus dalam keadaan terangkat ke dada pasangannya. Mengangkat sedikit panggul bisa dijadikan alternatif lain agar memuluskan jalan sperma ke “kandangnya”.