MASIH di kasur sampai pukul 1 siang di akhir pekan? Wajar saja! Memang begitu biasanya. Tubuh seperti ingin untuk menghabiskan waktu berlama-lama untuk beristirahat. Membayar kekurangan jam tidur di hari kerja yang biasanya tidur kurang dari 6 jam per hari.
Bila mengacu pada standar tidur ideal, manusia dianggap cukup tidur bila dia tidur selama 7 sampai 9 dalam semalam. Kekurangan tidur berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia, penelitian menjelaskan hal tersebut.
Dikutip dari Huffington Post, Sabtu (19/8/2017), penelitian baru dari Universitas Rochester memberikan bukti mengapa sel otak membutuhkan waktu tidur yang cukup. Ketika tidur, otak akan menghilangkan protein beracun dari neuron yang merupakan hasil dari aktivitas saraf saat terjaga.
(Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)
Jika tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, protein beracun tersebut tetap berada di otak dan menimbulkan gangguan dalam berpikir. Makanya, mereka yang kurang tidur biasanya sulit untuk berkonsentrasi. Pekerjaan pun biasanya akan terganggu.