Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Lancar Bicara, Pahami Maksud Balita dari Bahasa Tubuhnya

Vessy Frizona , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2017 |12:16 WIB
Belum Lancar Bicara, Pahami Maksud Balita dari Bahasa Tubuhnya
Karakter anak (Foto: Parents)
A
A
A

Dia mengangkat bajunya ke atas kepalanya saat bertemu orang baru

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227768.jpg

Artinya : "Aku cemas."

Pikirkan kapan terakhir kali Anda pergi ke acara sosial di mana Anda tidak menyatu secara jiwa. Anda mungkin berbicara sendiri dengan ketidaknyamanan dalam pikiran. "Senang bisa bergaul denganmu, dia terlihat keren, saya suka bajunya, mungkin saya akan berjalan dan mengobrol dengannya" lalu meraih segelas minuman sehingga kemudian berjabat tangan. Pertimbangkan perilaku balita Anda sesuai usianya dengan kecanggihan sosial orang dewasa. "Anak belum bisa mengatasi kegugupannya, jadi dia menegosiasikan situasinya dengan cara yang murni secara sensorik dan fisik," kata Lisa Nalven, MD, seorang dokter pertumbuhan anak di Valley Center for Child Development, di Ridgewood, New Jersey. "Beberapa anak akan mengunyah baju mereka atau menarik celana mereka, sementara yang lain mungkin mencengkeram kaki Anda, menyedot ibu jari mereka, atau menjatuhkan diri ke lantai dan mengubur wajah mereka."

Respon yang benar : Lakukan dengan lembut seperti membujuk kura-kura dari cangkangnya. "Anak-anak kecil melihat ke orangtua mereka karena isyarat tentang bagaimana bereaksi terhadap situasi baru," kata Dr. Nalven. Lakukan dengan santai, katakan "Hai" pada kenalan baru, dan beri anak Anda kelonggaran yang meyakinkan. Ini memungkinkan dia tahu bahwa lingkungannya aman dan bersahabat. Lalu, beri dia waktu untuk pemanasan.

Bersembunyi di balik perabotan saat ia membersihkan popoknya

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227783.jpg

 Artinya: "Aku butuh privasi."

Perilaku balita yang umum ini menunjukkan dua hal: pertama, anak Anda mengerti keinginannya untuk buang air kecil dan tahu karena dia mengamati bahwa orang dewasa melakukan hal itu. Ini adalah dua tanda positif bahwa dia bersiap untuk latihan potty training. Tapi indikator nomor satu? "Dia segera meminta agar popok kotornya berubah," kata konselor parenting Ari Brown. "Jika seorang anak tidak peduli dengan kotorannya di popok, maka dia belum siap untuk menjalani potty training." Rata-rata anak tertarik menggunakan toilet antara usia 2 dan 3 tahun.

Respon yang banar: Dukung keinginan anak untuk mendapatkan privasi, tapi mengarahkannya ke kamar mandi. "Jika hanya bisa memabawa anak ke ruang tertutup itu sudah bagus, tidak perlu sampai menyuruh duduk di toilet dulu,” ucap Dr. Brown.

Berubah, anak jadi suka memukul, membanting dan memecahkan mainan

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227780.jpg

Artinya : "Aku tidak nyaman."

Ini mengejutkan dan juga mengganggu, saat anak yang biasanya manis, ketika berusia 2 tahun berubah menjadi Super Evil Child. Tapi penting untuk dipahami bahwa perilaku itu mungkin hanya reaksi terhadap situasi saat ini dan bukan pertanda kepribadiannya telah berubah. Biasanya, ketika anak-anak seusia ini bertindak, mereka ingin memberi tahu, "Aku bosan," "Aku lelah," atau "Aku butuh perhatian!"

Respons yang benar: Cobalah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Jika dia bertingkah karena bosan, menghancurkan Lego maka ajak bermain bersama atau pergi ke taman untuk perubahan pemandangan. "Balita perlu belajar bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengalihkan perhatian daripada marah-marah," kata Dr. Nalven.

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement