Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Lancar Bicara, Pahami Maksud Balita dari Bahasa Tubuhnya

Vessy Frizona , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2017 |12:16 WIB
Belum Lancar Bicara, Pahami Maksud Balita dari Bahasa Tubuhnya
Karakter anak (Foto: Parents)
A
A
A

ANAK berusia dua tahun sering menunjukkan emosi mereka dengan cara yang aneh. Hal itu disebabkan belum lancar bicara dan belum memiliki banyak kosakata untuk menyampaikan maksudnya. Sikap anak-anak itu membuat orangtua dan orang dewasa di sekitar mereka bingung akan keinginan anak.

Untuk memecah kebuntuan komunikasi antara anak dan orang dewasa, artikel ini akan menguak rahasia maksud dari bahasa tubuh anak-anak balita. Guna mempelajarinya, berikut beberapa sikap anak-anak yang memiliki arti untuk dipahami orang dewasa seperti dilansir Parents, Rabu (16/8/2017).

Dia tidak menatap mata

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227772.jpg

Artinya: "Aku malu”.

Saat bayi mengalihkan tatapan mereka, mereka mengatakan bahwa mereka kewalahan dan perlu istirahat dari menjadi bintang pertunjukan (pusat perhatian). Tapi beberapa saat jelang hari ulang tahunnya yang kedua, anak mengembangkan kapasitas emosi yang sadar diri seperti rasa malu. Misalnya, dia tahu bahwa Anda marah karena dia menculik boneka beruang dari adik laki-lakinya. "Ketika anak kecil menolak untuk melihat Anda, itu berarti dia menyadari bahwa tindakannya mungkin mengecewakan," kata psikolog Kristin Lagattuta, PhD, asisten profesor di Center for Mind and Brain di University of California, Davis.

Respons yang benar: Akui apa yang anak lakukan salah dalam kalimat sederhana dan sederhana "Ibu tidak merobek buku," "Ibu juga tidak pernah mendorong" dan tawarkan cara untuk memperbaikinya, seperti menyambung halaman yang sobek atau memberi pelukan. "Anda ingin dia tahu bahwa setiap orang sering melakukan kesalahan, tapi penting untuk mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan," kata Dr. Lagattuta.

Dia ingin membawa semua boneka binatang tidur bersamanya

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227787.jpg

Artinya : "Saya takut."

Belum lama ini, bayi Anda memeluk selimutnya yang terlepas saat tidur. Sekarang tiba-tiba, ia menuntut mengambil begitu banyak objek kenyamanan tidur setiap malam sehingga tempat tidurnya terlihat seperti sebuah proyek seni modern. "Ini adalah usia ketika imajinasi seorang anak lepas landas, dan dia mulai mengalami mimpi buruk dan mengisi lemari dengan boneka," jelas Kerstin Potter, direktur program pendidikan anak usia dini di Harcum College, di Bryn Mawr, Pennsylvania. "Menjaga benda-benda yang familiar di dekatnya membuat anak Anda merasa aman saat ia terbawa tidur atau terbangun di tengah malam."

Respons yang benar: Anak berusia dua tahun adalah makhluk literal - monster yang mereka bayangkan tampak sangat nyata, jadi jangan menunjukkan kepada mereka bahwa ada yang tersembunyi di dalam lemari. "Mereka hanya akan mengira Anda tidak bisa melihat monster," kata Potter. Jadi biarkan anak Anda mengelilingi dirinya dengan banyak benda yang menghibur seperti yang dia butuhkan.

Dia mengangkat bajunya ke atas kepalanya saat bertemu orang baru

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227768.jpg

Artinya : "Aku cemas."

Pikirkan kapan terakhir kali Anda pergi ke acara sosial di mana Anda tidak menyatu secara jiwa. Anda mungkin berbicara sendiri dengan ketidaknyamanan dalam pikiran. "Senang bisa bergaul denganmu, dia terlihat keren, saya suka bajunya, mungkin saya akan berjalan dan mengobrol dengannya" lalu meraih segelas minuman sehingga kemudian berjabat tangan. Pertimbangkan perilaku balita Anda sesuai usianya dengan kecanggihan sosial orang dewasa. "Anak belum bisa mengatasi kegugupannya, jadi dia menegosiasikan situasinya dengan cara yang murni secara sensorik dan fisik," kata Lisa Nalven, MD, seorang dokter pertumbuhan anak di Valley Center for Child Development, di Ridgewood, New Jersey. "Beberapa anak akan mengunyah baju mereka atau menarik celana mereka, sementara yang lain mungkin mencengkeram kaki Anda, menyedot ibu jari mereka, atau menjatuhkan diri ke lantai dan mengubur wajah mereka."

Respon yang benar : Lakukan dengan lembut seperti membujuk kura-kura dari cangkangnya. "Anak-anak kecil melihat ke orangtua mereka karena isyarat tentang bagaimana bereaksi terhadap situasi baru," kata Dr. Nalven. Lakukan dengan santai, katakan "Hai" pada kenalan baru, dan beri anak Anda kelonggaran yang meyakinkan. Ini memungkinkan dia tahu bahwa lingkungannya aman dan bersahabat. Lalu, beri dia waktu untuk pemanasan.

Bersembunyi di balik perabotan saat ia membersihkan popoknya

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227783.jpg

 Artinya: "Aku butuh privasi."

Perilaku balita yang umum ini menunjukkan dua hal: pertama, anak Anda mengerti keinginannya untuk buang air kecil dan tahu karena dia mengamati bahwa orang dewasa melakukan hal itu. Ini adalah dua tanda positif bahwa dia bersiap untuk latihan potty training. Tapi indikator nomor satu? "Dia segera meminta agar popok kotornya berubah," kata konselor parenting Ari Brown. "Jika seorang anak tidak peduli dengan kotorannya di popok, maka dia belum siap untuk menjalani potty training." Rata-rata anak tertarik menggunakan toilet antara usia 2 dan 3 tahun.

Respon yang banar: Dukung keinginan anak untuk mendapatkan privasi, tapi mengarahkannya ke kamar mandi. "Jika hanya bisa memabawa anak ke ruang tertutup itu sudah bagus, tidak perlu sampai menyuruh duduk di toilet dulu,” ucap Dr. Brown.

Berubah, anak jadi suka memukul, membanting dan memecahkan mainan

http://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/p_101227780.jpg

Artinya : "Aku tidak nyaman."

Ini mengejutkan dan juga mengganggu, saat anak yang biasanya manis, ketika berusia 2 tahun berubah menjadi Super Evil Child. Tapi penting untuk dipahami bahwa perilaku itu mungkin hanya reaksi terhadap situasi saat ini dan bukan pertanda kepribadiannya telah berubah. Biasanya, ketika anak-anak seusia ini bertindak, mereka ingin memberi tahu, "Aku bosan," "Aku lelah," atau "Aku butuh perhatian!"

Respons yang benar: Cobalah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Jika dia bertingkah karena bosan, menghancurkan Lego maka ajak bermain bersama atau pergi ke taman untuk perubahan pemandangan. "Balita perlu belajar bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengalihkan perhatian daripada marah-marah," kata Dr. Nalven.

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement