Lantas, seperti apa seharusnya orangtua melatih sensorik motorik anak? Berikut paparannya berdasarkan stimulasi sesuai umur
0-3 bulan: paparkan dengan suara, misalnya lewat suara ibu dan ayah atau musik. Aktivitas menyusui, sentuhan, pelukan, kontak mata, dan senyuman juga akan membantu. Perlihatkan mainan berwarna terang atau hitam-putih yang bergerak/berputar.
Baca Juga: Moms Sekali-kali Ajarkan Anak Perempuan Anda Sikap Ini! Kelak Akan Tumbuh Mandiri
3-6 bulan: panggil nama anak, ajak bermain, ajak bercermin, dukung bayi untuk tengkurap, tarik tubuh bayi ke posisi duduk.
6-9 bulan: ajari melambaikan tangan, tepuk tangan, bersalaman, menunjuk benda, duduk.
9-12 bulan: ajari anak untuk mengucapkan kata-kata ‘mama’, ‘papa’, ‘bobo’, dan ‘mimi’. Ajak berdiri, memegang cangkir dan minum dari cangkir, atau meniru tindakan.

12-18 bulan: ajari menunjuk gambar, mengombinasikan kata, menyusun kubus secara vertikal, menggunakan sendok. Ajak secara bertahap untuk berjalan, naik tangga, berlari-menendang bola.
18-24 bulan: ajari untuk menyebutkan nama gambar, nama bagian tubuh, serta nama aktivitas sehari-hari. Ajak mencuci dan mengeringkan tangan, memakai pakaian, menggosok gigi.
Baca Juga: Permainan Malam Hari Bersama si Kecil yang Bikin Seru
2-3 tahun: anak distimulasi untuk dapat menyebutkan nama saudara atau temannya, menyebutkan warna, mengenal kata sifat, menghitung mainan, membuat garis vertikal mengikuti contoh, menggosok gigi, serta membantu pekerjaan rumah.
3-5 tahun: toilet training, menggambar lingkaran/persegi mengikuti contoh serta mulai kenalkan pada huruf dan angka. Stimulasi untuk dapat menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai suatu hal sederhana, misalnya cerita pendek.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.