Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas! Masalah Gigi Sensitif Dibiarkan Terlalu Lama Bisa Memicu Gangguan Jantung

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 28 Juli 2017 |14:11 WIB
Awas! Masalah Gigi Sensitif Dibiarkan Terlalu Lama Bisa Memicu Gangguan Jantung
Ilustrasi (Foto: Brittdental)
A
A
A

GIGI Anda terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan terlalu dingin atau asam? Jangan dibiarkan! Itu adalah gejala dari masalah gigi sensitif. Bahayakah?

Memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan berbagai jenis ternyata berisiko mendatangkan masalah pada mulut dan gigi. Khusus pada gigi, jika kebiasaan makan banyak tidak diimbangi dengan perawatan yang disiplin akan memicu risiko gigi sensitif. Di mana, itu bisa menjadi awal terbentuknya lubang pada gigi. (Baca Juga: Tips Merawat Gigi Sensitif agar Tak Lagi Ngilu)

Gigi sensitif merupakan tanda bahwa gigi Anda tidak lagi sehat. Ada masalah yang terjadi pada gigi. Penyebabnya beragam. Selain karena tidak rutin mengikat gigi, cara menyikat gigi, rutin mengonsumsi makanan masam tanpa penanganan lebih lanjut, atau doyan mengonsumsi minuman dingin menjadi penyebab utama gigi sensitif. (Baca Juga: Duh, Banyak Penyebab Gigi Sensitif yang Jarang Disadari Orang)

Tapi, Dokter Gigi drg. Hardini Dyah Astuti menjelaskan, masalah ini bukan masalah yang akhirnya harus Anda tanggung seumur hidup. "Masalah gigi sensitif bukan penyakit seumur hidup. Penyakit ini bisa disembuhkan total 100 persen. Asalkan perawatan dan pencegahannya benar," katanya pada Okezone dalam sebuah di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017).

Drg Hardini melanjutkan, penyakit ini sebetulnya bukan penyakit serius. Komplikasi terparah dari gigi sensitif adalah timbulnya lubang pada gigi. Jika terus dibiarkan, masalah kompleks dari gigi berlubang pun bisa saja terjadi. Sebut saja gangguang jantung maupun masalah pada syaraf mata. (Baca Juga: Awas, Menggosok Gigi Terlalu Kuat Sebabkan Gigi Sensitif)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement