Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Faktor Genetik Picu Kecanduan Narkoba?

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Kamis, 27 Juli 2017 |16:25 WIB
Benarkah Faktor Genetik Picu Kecanduan Narkoba?
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

Dari kacamata medis, pecandu menurutnya termasuk gangguan penyakit otak kronis (chronic brain disease). Sehingga pengobatannya dengan melakukan terapi pelaku dan obat. Para dokter pun merekomendasikan pecandu NAPZA dimasukkan ke pusat kesehatan untuk memulihkan kondisi psikisnya. "Sangat mungkin mereka kambuh lagi karena mengalami collapse brain disease yang kami atasi agar tak kambuh terlalu sering," urai Kristiana.

Ia pun mengingatkan setiap individu yang tidak mempunyai potensi genetik tidak mencoba narkotika dan zat aditif maupun News Psychoactive Substances (NPS) agar tak memicu ketergantungan. Lantaran jika telanjur mencoba otomatis memunculkan emosi negatif berupa rasa tak nyaman, kecemasan, dan merasa bersalah.

"Biasanya adiksi NPS timbul akibat gangguan kontrol impuls dan mencari kepuasan. Kedua,ada gangguan kompulsif berupa kecemasan atau tekanan serta adanya gangguan percaya diri dan gangguan hubungan komunikasi dengan orang tua," katanya.

Maka, solusi dengan NPS dan narkotik justru menjerumuskan individu karena mereka berusaha mengobati sendiri (self medication hypothesis) gangguan psikisnya. Sehingga siklus gangguan jiwanya malah seakan melingkar tanpa solusi.

Mengenal NPS, si pemicu gangguan psikologi

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement