JAKARTA - Kecanduan narkoba dan zat adiktif lainnya disinyalir terpicu dari sisi genetik seseorang.
"Ada aspek genetik, contoh ras Asia tak miliki enzim tubuh tertentu yang menimbulkan kerentanan tertentu," jelas Dokter Klinik Adiksi Departmen Psikiatri FK UI-RSCM Dr.dr. Kristiana Siste Kurniasanti SpKJ. (K) dalam seminar The Challenge of New Psychoactive Substances, Kamis (27/7/2017).
Seseorang, ujarnya, dapat menjadi penyalahguna narkotika atau ketergantungan karena adanya keterkaitan dari sifat genetik ketergantungan DNA yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Baru kemudian faktor lingkungan dan faktor kemudahan mendapatkan zat narkotika tersebut.
Kristiana membuktikan dari penelitian terhadap anak kembar. Mereka berdua sama-sama punya sifat ketergantungan terhadap narkotika serta zat adiktif. Namun, diakuinya, gen tak bekerja sendiri.
"Di sebuah kepribadian individu tertentu sifat ketergantungan tadi bisa berekspresi, misal terhadap anak temperamen, mudah bosan, adventureous (petualang), dan reward dependent (senang dipuji) yang mudah putus asa,"tegas Kristiana.
Setelah itu barulah faktor lingkungan berpengaruh sangat besar. Lantaran dalam sebuah penelitian lain terhadap orang tua alkoholik sebanyak 50 persen responden anak-anak mengalami penyalahgunaan alkohol karena sifatnya imitatif. "Jadi kita tidak bisa memisahkan area biologis, psikologis, dan lingkungan dalam kasus ketergantungan terhadap NAPZA," cetus Kristiana.