Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat fisik dari mendaki melampaui kesehatan kardiovaskular, dan bahkan mungkin bisa membantu pasien kanker pulih. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Sports Medicine, peneliti mengukur stres oksidatif (diperkirakan berperan dalam onset, progresi dan kambuhnya kanker) tingkat wanita dengan kanker payudara dan pria dengan kanker prostat sebelum dan sesudah hiking. Studi tersebut menemukan bahwa perjalanan hiking jarak jauh dapat memperbaiki kapasitas antioksidan, yang membantu melawan penyakit, dalam darah pasien onkologis. Studi lain menunjukkan bahwa korban kanker payudara yang berolahraga secara teratur (banyak dalam bentuk hiking) dipercaya dapat membantu pemulihan mereka dari pengobatan kanker.
4. Hidup Lebih Bahagia
Penelitian menunjukkan hiking sebagai terapi tambahan dapat membantu orang yang mengalami depresi berat merasa kurang putus asa, tertekan dan ingin bunuh diri. Bahkan, mungkin bisa mengilhami orang-orang yang menderita karenanya untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan bahagia.
Bagi mereka yang tidak menderita depresi, hiking tetap menawarkan manfaat mental. "Berada di luar alam, jauh dari bisnis kehidupan sehari-hari dan teknologi kita, dapat memungkinkan orang untuk terhubung dengan diri mereka sendiri dan alam dengan cara yang membawa kedamaian dan rasa nyaman," kata Leigh Jackson-Magennis, REI Outdoor Programs Dan Outreach New England Market Manager, mengatakan kepada The Huffington Post.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.