MENDAKI gunung kini seakan jadi kegiatan yang tengah digandrungi oleh semua kaum, baik pria maupun wanita. Kegiatan luar ruang yang menjelajahi alam demi mencapai puncaknya tersebut jadi hal yang mampu menyehatkan dan membuat pendaki hidup lebih bahagia.
Seperti yang dilansir dari Huffington Post, Selasa (18/7/2017) berikut sederet manfaat mendaki gunung bagi kesehatan dan jiwa pendaki.
1. Kreatif
Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar rumah dapat meningkatkan rentang perhatian dan keterampilan dalam memecahkan masalah sebanyak 50 persen. Penulis penelitian ini juga menunjukkan bahwa hasilnya mungkin ada kaitannya dengan tidak menggunakan teknologi karena mereka menghabiskan waktu di luar. "Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa berinteraksi dengan alam memiliki manfaat nyata dan terukur untuk pemecahan masalah yang kreatif," kata David Strayer, seperti yang tertulis dalam laman Huffington Post.
Ditambah lagi, pohon, sinar matahari dan udara segar juga berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas tersebut. Peneliti dari Graduate School of Education Stanford University menemukan bahwa berjalan dapat membuat seseorang lebih kreatif daripada hanya duduk.
2. Merasakan Sehat yang Sesungguhnya
Mendaki dapat membakar lebih dari 500 kalori, tergantung pada tingkat kemiringan dan berat beban yang dibawa. Mendaki adalah cara yang tepat untuk berolahraga dengan serius tanpa memberi tekanan pada sendi Anda.
Jika Anda mendaki bukit, hasil penurunan berat badan pun lebih baik. Anda tidak hanya membakar beberapa kalori, tapi ketinggian itu sendiri juga telah menurunkan berat badan.
Tidak hanya itu, mendaki juga bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Dapat menurunkan tekanan darah sebesar empat sampai 10 poin, dan mengurangi bahaya penyakit jantung, diabetes dan stroke bagi mereka yang berisiko tinggi.
3. Menyembuhkan Penyakit
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat fisik dari mendaki melampaui kesehatan kardiovaskular, dan bahkan mungkin bisa membantu pasien kanker pulih. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Sports Medicine, peneliti mengukur stres oksidatif (diperkirakan berperan dalam onset, progresi dan kambuhnya kanker) tingkat wanita dengan kanker payudara dan pria dengan kanker prostat sebelum dan sesudah hiking. Studi tersebut menemukan bahwa perjalanan hiking jarak jauh dapat memperbaiki kapasitas antioksidan, yang membantu melawan penyakit, dalam darah pasien onkologis. Studi lain menunjukkan bahwa korban kanker payudara yang berolahraga secara teratur (banyak dalam bentuk hiking) dipercaya dapat membantu pemulihan mereka dari pengobatan kanker.
4. Hidup Lebih Bahagia
Penelitian menunjukkan hiking sebagai terapi tambahan dapat membantu orang yang mengalami depresi berat merasa kurang putus asa, tertekan dan ingin bunuh diri. Bahkan, mungkin bisa mengilhami orang-orang yang menderita karenanya untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan bahagia.
Bagi mereka yang tidak menderita depresi, hiking tetap menawarkan manfaat mental. "Berada di luar alam, jauh dari bisnis kehidupan sehari-hari dan teknologi kita, dapat memungkinkan orang untuk terhubung dengan diri mereka sendiri dan alam dengan cara yang membawa kedamaian dan rasa nyaman," kata Leigh Jackson-Magennis, REI Outdoor Programs Dan Outreach New England Market Manager, mengatakan kepada The Huffington Post.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.