Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sikat Bad Mood dengan Buah Kiwi

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 10 Juli 2017 |18:46 WIB
Sikat <i>Bad Mood</i> dengan Buah Kiwi
Ilustrasi (Foto: Boldsky)
A
A
A

BUAH Kiwi tidak hanya segar saat dimakan, tetapi ternyata juga berkhasiat untuk memperbaiki mood.

Berdasarkan studi bioavailabilitas yang dilakukan Dr Anita Carr dan rekannya yang diterbitkan pada Journal of Nutritional Science 2013 , mengonsumsi dua buah kiwi per hari dapat meningkatkan kehadiran vitamin C dalam tubuh secara optimal dan mengurangi bad mood , kelelahan, depresi, serta memperbaiki mood .

Vitamin C sangat penting untuk pengembangan dan fungsi sistem tubuh, seperti mengurangi kelelahan, memperbaiki imunitas, dan meningkatkan pembentukan kolagen yang mendukung fungsi kulit. “Kandungan vitamin C yang tinggi pada buah kiwi terbukti sangat efektif dalam menaikkan kadar vitamin C dalam darah dan pada fungsi tubuh lainnya,” papar ahli gizi Dr dr Fiastuti Witjaksono SpGK(K).

Selain itu, tim peneliti Zespri menemukan bahwa mengonsumsi 200 gram buah kiwi sebelum menyantap makanan sehat terbukti membantu mengelola kenaikan gula darah setelah makan, sehingga menghindari terjadinya penurunan gula darah secara cepat yang dapat membuat seseorang merasa lesu setelah makan berat.

A post shared by Pasha Dina (@pashadina) on May 26, 2017 at 1:49am PDT

Fakta ini ditegaskan dr Fiastuti. Dia memaparkan, indeks glikemik (IG) menunjukkan jumlah glukosa yang dilepaskan pada saat pencernaan dari karbohidrat ke aliran darah dalam jangka waktu dua jam setelah makan.

“Makanan yang memiliki angka IG tinggi akan dicerna dan diserap tubuh secara cepat sehingga menyebabkan gula darah melonjak dan menurun secara cepat dan membuat tubuh kehilangan energi lebih cepat,” paparnya.

Artinya, glukosa tidak cepat diserap tubuh dan dilepaskan secara perlahan ke aliran darah. Mengonsumsi buah kiwi bersamaan dengan karbohidrat mampu mengontrol kestabilan gula darah dan membantu menurunkan respons glikemik tubuh secara substansial.

Pengurangan ini disebabkan kombinasi efek komponen nonkarbohidrat pada buah kiwi yang mampu mengganti pati dengan fruktosa, sehingga memiliki potensi glikemik intrinsik yang jauh lebih rendah daripada glukosa yang berasal dari pati.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement