Saya tidak mau menderita karena sakit. Cara pengobatan apapun akan saya jalani. Orangtua dan keluarga dekat sangat mendukung saya untuk sembuh.
Meskipun, berobat di zaman dulu tak sepuas sekarang. Saya tetap bersyukur, hingga sekarang bisa membahagiakan orangtua.
Saya merasa pemerintah dulu tidak mendukung penuh dengan kesembuhan pasien thalasemia. Tapi perlahan-lahan, ada titik terang yang membantu saya dan teman-teman lainnya untuk sembuh.
Rumah sakit bangunannya dulu tidak sebagus sekarang. Dokter yang fokus di bidang pengobatan thalasemia juga sedikit.
Bahkan, tidak semua rumah sakit bisa melayani pengobatan thalasemia. Ini sangat menyedihkan, bagaimana nasib teman-teman thalasemia lain yang tinggal di pinggir kota?
Tidak hanya dari segi pengobatan, perhatian masyarakat untuk mencegah thalasemia dulu juga tidak digembor-gemborkan. Apalagi penyakit thalasemia mayor seperti yang saya idap.