Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY #3: Annisa Octiandari Pertiwi, "Saya Tidak Mau Menderita karena Sakit"

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 21 Juni 2017 |20:00 WIB
OKEZONE STORY #3: Annisa Octiandari Pertiwi,
Ilustrasi (Foto: Nation)
A
A
A

KEPUASAN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dulu dan kini sangat berbeda jauh. Itulah yang dirasakan oleh beberapa pasien penyakit thalasemia, termasuk saya.

Sekira 24 tahun lalu, saya merasa tidak mendapatkan kepuasan yang lebih saat menjalani pengobatan thalasemia. Meskipun saya datang ke rumah sakit besar, teknologi pengobatannya tidak sebagus sekarang. Baca Juga: (OKEZONE STORY #1: Annisa Octiandari Pertiwi, "Saya Tidak Pernah Minta Dilahirkan Jadi Penderita Thalasemia")

Dulu, belum ada juga asuransi kesehatan pemerintah yang menjamin segalanya. Orangtua saya harus merogoh kocek di saat saya menjalani transfusi darah.

Tidak murah, karena saya harus menjalani terapi ini hampir setiap minggu. Proses registrasinya pun masih cukup rumit, benar-benar tidak semudah sekarang. Baca Juga: (OKEZONE STORY #2: Annisa Octiandari Pertiwi, "Waktu Kecil Perutku Buncit, Orang Bilang Saya Hamil")

Saya belum dapat membantu orangtua untuk mencari biaya pengobatan. Yang saya lakukan hanyalah berdoa dan berjuang untuk bisa sembuh.

Caranya dengan melakukan transfusi darah dan dibantu dengan minum obat-obatan untuk menyembuhkan thalasemia. Penyakit ini merupakan golongan kelainan darah yang harus segera diatasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement