Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia, Negara Tropis dengan Rupa-Rupa Es Tradisional yang Menyegarkan

Santi Andriani , Jurnalis-Minggu, 07 Mei 2017 |12:05 WIB
Indonesia, Negara Tropis dengan Rupa-Rupa Es Tradisional yang Menyegarkan
Ilustrasi es serut kelapa muda (Foto:Makanajib)
A
A
A

INDONESIA kaya akan kuliner sudah menjadi rahasia umum. Tidak hanya makanan, berbagai minuman tradisional pun dimiliki setiap daerah di Indonesia. Tidak terkecuali es-es tradisional.

Setiap daerah bahkan memiliki es tradisional yang menjadi ciri khas keragaman kuliner masing-masing daerah.

Sebut saja di Tanah Pasundan, Jawa Barat yang memiliki es tradisional kebanggaan es goyobod.

 


Es tradisional asli Sunda ini sebenarnya berasal dari bahasa Belanda “Goyobod” yang artinya basah. Goyobod merupakan es tradisional yang memiliki citarasa unik berbeda dengan es-es tradisional yang berasal dari daerah lainnya.

Dalam segelas es goyobod, penikmat kuliner bisa merasakan kenyalnya aci, lembutnya potongan roti tawar, uniknya pacar cina sensasi asam-manis dari tape singkong, dan rautan buah kelapa yang gurih nan manis, menyatu dalam satu tegukan. Walaupun nama es goyobod berasal dari bahasa Belanda, es ini tidak mengandung keju sama sekali. Hanya kuahnya yang terdiri dari santan dan susu yang akan membuat es ini semakin gurih-gurih manis.

 

A post shared by YV💍 (@drupadiv) on


Untuk dijadikan menu takjil berbuka puasa, tentu es goyobod sangat cocok untuk disajikan. Manis, gurih, asam dan kenyal akan menyapa lidah dan mulut kamu setelah seharian berpuasa.

Es ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang karena ditemukan pada 1930. Banyak versi cerita soal penemunya. Mulai dari Junaedi di Jakarta, yang memulai berdagang hingga diteruskan oleh anaknya, Usep di Bandung, sekitar tahun 1940, di daerah Banceuy.

 

A post shared by Erda Hartmaka (@erdahartmaka) on


Ada lagi cerita yang mengatakan, es goyobod pertama kali dijajakan oleh abah Aca yang berjualan di daerah Banceuy, namun ketika peristiwa Bandung lautan api terjadi, ia pindah ke Garut, dan usahanya dilanjutkan oleh anaknya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement