Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sepenggal Sejarah Sendi, Desa yang "Hilang" di Mojokerto

Zen Arivin , Jurnalis-Sabtu, 06 Mei 2017 |10:30 WIB
Sepenggal Sejarah Sendi, Desa yang
Kehidupan di Desa Sendi, Desa yang "Hilang" di Mojokerto (foto: Zen Arivin/Okezone)
A
A
A

"Desa ini menjadi kosong. Semuanya sudah hancur, kantor kepala desa, rumah-rumah penduduk semuanya habis. Tidak ada warga yang berani kembali lagi ke sini pascaperistiwa itu. Namun, beberapa peninggalan masih ada sampai saat ini, termasuk makam desa. Bahkan dulu sebelum jalan ini dibangun, ada pondasi bekar kantor Balai Desa," terangnya.

Setelah puluhan tahun berlalu, Supardi dan beberapa warga yang notabene merupakan keturunan eks warga Sendi, mulai kembali ke lokasi tersebut. Pada tahun 1990, mereka mulai membangun kembali Kawasan Sendi menjadi lokasi untuk berkoloni. Supardi dan warga inilah yang hingga kini masih bertahan dan menghidupkan perekonomian di Sendi.

"Dulu awalnya cuma tiga orang yang ke sini. Kami semua jualan Nasi Jagung. Namun, beberapa bulan kemudian semakin banyak yang berani kembali kesini. Rata-rata mereka adalah keturan. Sehingga kita putuskan untuk membuka warung, namun tetap menjaga alam di Kawasan Sendi ini," paparnya.

Saat ini, lanjut Supardi, ada sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) yang sudah tinggal di Kawasan Sendi. Mereka menempati lahan yang menurut mereka, merupakan milik neneng moyang. Meski Kawasan Sendi sendiri, merupakan daerah yang tak bertuan.

"Sekarang ada sekitar 90 warung dan rumah penduduk yang ada disini. Untuk administrasi kependudukan kami ikut di Desa Pacet, namun untuk tinggalnya kami tetap disini. Jadi secara administrasi kami legal, karena ikut Desa Pacet, meskipun Sendi tidak masuk wilayah Desa Pacet," tandasnya.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement