Selain kuliner nasi jagung, di Kawasan Sendi, juga terdapat sebuah bangunan bersejarah. Yakni goa peninggalan zaman penjajahan Jepang. Menurut cerita yang berkembang, goa tersebut dahulu digunkan militer Jepang sebagai tempat penyimpanan logistik dan senjata.
Kendati miliki potensi yang cukup tinggi, namun hingga kini Kawasan Sendi belum mampu dikembangkan secara maksimal. Sebab, Sendi merupakan kawasan tak bertuan. Wilayah yang konon merupakan sebuah desa ini, entah sengaja atau tidak, pasca kemerdekaan hilang dari pendataan pemerintah.
"Sendi ini dulunya sebuah desa di jaman Belanda tahun 1912. Pengelola pemerintahannya juga ada, mulai kepala desa, kepala dusun, kapentengan, carik, jagabaya, kamituo, semuanya komplit," kata Supardi (52), pria yang tinggal di Kawasan Sendi.
(foto: Zen Arivin/Okezone)
Pria yang mengaku sudah tinggal selama 15 tahun di Kawasan Sendi ini menambahkan, kebenaran Sendi merupakan sebuah desa itu diperkuat dengan beberapa bukti. Selain sisi historis atau pengakuan warga yang masih hidup, bukti fisik berupa tanah bengkok (ganjaran,-red) aparatur desa juga masih ada.