Sementara itu, Dr Agnes Ayton, wakil ketua Fakultas gangguan makan di Royal College of Psychiatrists mengatakan, studi beasr ini menegaskan bahwa nutrisi otimal penting untuk kesehatan fisik dan mental. Keduanya, terlalu kurus dan obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi.
"Ini adalah temuan penting, karena orang dengan gangguan makan sering berasumsi bahwa menurunkan berat badan akan meningkatkan kebahagian mereka," tuturnya.
"Studi ini menunjukkan bahwa hal yang sebaliknya adalah kekurangan gizi memiliki efek yang merugikan pada suasana hati seseorang. Mempertahankan berat badan yang sehat sangat penting untuk kesehatan mental yang baik," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)