Hasilnya menegaskan, mengonsumsi lebih banyak garam menyebabkan kandungan garam lebih tinggi dalam urine. Jumlah garam yang lebih tinggi juga meningkatkan kuantitas urine secara keseluruhan.
Tapi, kenaikannya bukan karena minum lebih banyak. Nyatanya, makanan asin menyebabkan peserta kurang minum air. Garam memicu mekanisme untuk menghemat air di ginjal.
"Mekanisme konservasi ekskresi garam makanan ini bergantung pada urea transporter driven urea yang didaur ulang oleh ginjal dan produksi urea oleh otot hati dan skeletal," kata periset tersebut yang dikutip Boldsky, Kamis (20/4/2017).
Sebelum penelitian, hipotesis yang berlaku adalah bahwa ion natrium dan klorida bermuatan dalam garam menyambar molekul air dan membawanya ke dalam urine. Hasil baru menunjukkan sesuatu yang berbeda, garam tetap berada dalam urine, sementara air kembali ke ginjal dan tubuh.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.