Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati! Konsumsi Makanan Mengandung Tinggi Garam Bikin Lapar

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 20 April 2017 |09:34 WIB
Hati-Hati! Konsumsi Makanan Mengandung Tinggi Garam <i>Bikin</i> Lapar
Makanan asin justru bikin lapar (Foto: Sciencedaily)
A
A
A

TAMPAKNYA Anda harus benar-benar mengurangi asupan makanan asin. Karena, penelitian baru menyatakan, diet makanan asin menyebabkan seseorang minum air lebih sedikit dan meningkatkan rasa lapar, karena kebutuhan energi yang lebih tinggi.

Temuan di Journal of Clinical Investigation ini berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan selama misi simulasi ke Mars. "Cosmonauts" yang makan lebih banyak garam menahan lebih banyak air, tidak haus dan membutuhkan lebih banyak energi, hasil penelitian menunjukkan.

Apa hubungannya garam dengan Mars? Tidak ada, kecuali dalam perjalanan panjang yang melestarikan setiap tetes air mungkin sangat penting.

Dalam studi yang dilakukan oleh Natalia Rakova dari Pusat Pengobatan Molekuler Max-Delbrueck, Berlin, Jerman, para partisipan dibagi 2 kelompok dari 10 sukarelawan laki-laki untuk ikut dua penerbangan simulasi ke Mars.

Kelompok pertama diperiksa selama 105 hari dan yang kedua 205 hari. Mereka memiliki makanan yang identik, kecuali selama beberapa periode yang berlangsung beberapa minggu, mereka diberi 3 tingkat garam yang berbeda dalam makanan.

Hasilnya menegaskan, mengonsumsi lebih banyak garam menyebabkan kandungan garam lebih tinggi dalam urine. Jumlah garam yang lebih tinggi juga meningkatkan kuantitas urine secara keseluruhan.

Tapi, kenaikannya bukan karena minum lebih banyak. Nyatanya, makanan asin menyebabkan peserta kurang minum air. Garam memicu mekanisme untuk menghemat air di ginjal.

"Mekanisme konservasi ekskresi garam makanan ini bergantung pada urea transporter driven urea yang didaur ulang oleh ginjal dan produksi urea oleh otot hati dan skeletal," kata periset tersebut yang dikutip Boldsky, Kamis (20/4/2017).

Sebelum penelitian, hipotesis yang berlaku adalah bahwa ion natrium dan klorida bermuatan dalam garam menyambar molekul air dan membawanya ke dalam urine. Hasil baru menunjukkan sesuatu yang berbeda, garam tetap berada dalam urine, sementara air kembali ke ginjal dan tubuh.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement